oleh

KPU Provinsi Sulawesi Tengah : Media Sosial Sarana Efektif Berkampanye

-BERITA-69 views

Palu____Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Tengah, menggelar kegiatan Temu Media dan Coffe Morning Pemilu 2019, pada 14/12 disalah satu Caffe di Kota Palu. Hadir dalam kesempatan itu Nara Sumber dari KPU Provinsi Sulawesi Tengah, Sahran Raden dan Samsul Gafur.

Sahran Raden mengatakan Penggunaan media sosial di Indonesia mengalami pasang surut. Media sosial dan media massa dapat dimanfaatkan sebagai sarana efektif dalam pelaksanaan kampanye bagi peserta pemilu 2019. Meskipun kampanye Iklan di media massa dan media elektronik baru dimulakan pada 21 hari, sebelum masa tenang kampanye pemilu 2019 yang dimulai sejak 24 Maret sampai dengan 13 April 2019.

Lanjut Sahran. Peserta pemilu yang telah memiliki akun media sosial dan didaftarkan di KPU Provinsi dan Kab/kota agar dimanfaatkan untuk sarana kampanye menyampaikan visi, misi, program dan/atau Citra diri peserta Pemilu janganlah media sosial yang dijadikan media kampanye pemilu memunculkan sindikat penebar hoax, kampanye hitam, fitnah antar sesama peserta pemilu.  Sebab pengalaman sebelumnya kita bisa melihat bagaimana linimasa media sosial dipenuhi oleh hoax yang begitu provokatif dan berniat memecah belah kita sebagai bangsa. Media sosial sebagai sarana kampanye, jangan sampai keluar dari cita cita dan prinsip kampanye yang damai dan mendidik pemilih.

Sahran Raden, yang mantan Kordinator Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat ( JPPR ) Provinsi Sulawesi Tengah periode 1999-2011, itu menjelaskan peran penting media sosial dalam kampanye pemilu 2019. Jejaring media sosial ini penggunanya kebanyakan adalah pemilih Milenial yang juga pemilih muda. Hampir 35 % pemilih pemilu di Indonesia adalah pemilih muda. Mereka masih melek politik maka literasi politik penting untuk disampaikan menjangkau pemilih Milenial yang rata rata aktivitas bersentuhan dengan media sosial begitu dekat. Tutup Sahran.

Samsul Gafur, Anggota KPU Provinsi Sulawesi Tengah menyatakan bahwa Media sosial membuka akses yang begitu luas. Siapapun bisa menjadi content writer di media sosial sehingga tidak mengherankan ketika media sosial benar-benar menjadi media bebas yang diisi konten positif maupun negatif. Kata Samsul, disinilah pengawasan penting dilakukan oleh masyarakat terkait dengan konten dan materi akun media sosial yang dijadikan sebagai sarana kampanye peserta pemilu.

Kegiatan Temu media dan Coffe morning, yang bertemakan Pemantauan Kampanye Pemilu 2019 Melalui Media Massa dan Media Sosial, tersebut dihadiri oleh para media dari media Massa, Radio dan media on line, serta Bawaslu dan sejumlah tokoh masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *