oleh

PKP Indonesia, Diterima Mendaftar Kembali pada Sidang Mediasi Bawaslu

-BERITA-97 views

PALU – Sidang mediasi antara PKP Indonesia dan KPU Provinsi Sulawesi Tengah yang dilaksanakan pada Jumat, 26 Juli 2018 di Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah akhirnya menyepakati bahwa PKPI Indonesia dapat mengajukan kembali Syarat Pengajuan calon dan syarat bakal calon sebagaimana sesuai ketentuan Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kab/Kota dalam Pemilu 2019. Pengajuan dokumen calon tersebut dilaksanakan sampai berakhirnya masa perbaikan pada tanggal 31 Juli 2018 pukul 24.00.

Dokumen Pengajuan bakal calon dan syarat bakal calon dipastikan wajib ada dan sah pada masa perbaikan saat PKP Indonesia mengajukannya. Sebab jika tidak lengkap dan dinyatakan tidak sah tentu status yang diperoleh nya juga pun Tidak Memenuhi Syarat. Sidang dipimpin oleh ketua Majelis Ruslan Husen yang juga sebagai ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah didampingi Zastriawati Anggota Majelis juga sebagai anggota Bawaslu Provinsi Sulteng.
PKP Indonesia sebagai Pemohon dihadiri langsung oleh Ilyas Nawawi selaku Ketua dan Dekyus Rantungs selaku Sekretaris PKP Indonesia Sulawesi Tengah. Sedangkan dari KPU Provinsi Sulawesi Tengah sebagai Termohon hadir Sahran Raden, Samsul Gafur dan Halima, masing masing sebagai anggota KPU Provinsi Sulawesi Tengah didampingi pejabat dan staf yakni Cherly Azharuddin Kasubag Hukum dan Heru staf.

Sahran Raden, mengatakan bahwa setelah mendengar pokok permohonan yang dibacakan dalam sidang mediasi dan kami mengkaji dari aspek hak konstitusional partai politik dan calon untuk ikut serta dalam pemerintahan dan aspek kesungguhan dan keterbukaan serta kejujuran yang disampaikan oleh PKPI Sulteng, maka dapat menerima dalam sidang mediasi ini. Terlebih dahulu Sahran menyampaikan terkait dengan proses tahapan dan pelayanan KPU Provinsi Sulteng dalam melayani Parpol.

Setiap parpol diharapkan dapat menyiapkan diri dan sumber daya nya untuk ikut serta dalam tahapan pencalonan, Imbuhnya sedangkan Samsul Gafur, menyatakan bahwa Dokumen syarat pencalonan dan syarat bakal calon diwajibkan kepada PKPI Sulteng saat diajukan harus ada, lengkap dan sah, sebab tidak ada lagi masa perbaikan. Jika ada tapi tidak lengkap dan sah, maka dinyatakan TMS. Samsul berharap kiranya PKPI berkomitmen dengan sungguh sungguh untuk menyiapkan dokumen dengan baik sehingga dapat mengikuti proses berikutnya. Sedangkan Halima mengingatkan agar PKPI terus berkomunikasi dengan KPU Provinsi Sulteng untuk menyiapkan dokumen pencalonan dan syarat bakal calon.

‌Diketahui sebelumnya, saat pendaftaran PKPI dalam pengajuan pencalonan dan bakal calon dikembalikan dokumen nya oleh KPU Provinsi Sulawesi Tengah, disebabkan beberapa syarat pencalonan yang diajukan dinyatakan belum lengkap. PKPI mengajukan bakal Calon dihari terakhir yakni tanggal 17 Juli 2018 pukul 23.13. sudah diakhir waktu. Padahal waktu yang disediakan sesuai ketentuan PKPU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Pemilu 2019 yakni mulai tanggal 4-17 Juli 2018. (Tim media KPU Sulteng)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *